Monday, November 19, 2018

Nabi Muhammad SAW.


" PROFIL MUHAMMAD SAW "

 Beliau adalah Muhammad bin Abdullah.
 Lahir di Makkah al.Mukarromah pada Pagi hari senin yang bertepatan dengan tanggal 12 Robi'ul Awwal
atau 20 April tahun 571 masehi ( tahun gajah  ).
tahun dimana Seorang raja yang kejam bernama Abrohah al.Asyrom menggelar peperangan dikota Makkah dengan mengerahkan tentara bergajah hendak menghancurkan Ka'bah al.Musyarrofah.
 Namun Allah SWT menggagalkan keinginan raja tersebut.
 baca ( tafsir surat al.fil  )

 Beliau Muhammad SAW wafat dikota Madinah al.Munawwaroh,  bertepatan pada hari senin 12 Robi'ul Awwal ( tahun ke 11 dari hijroh )
bertepatan tanggal 8 juni tahun 633 masehi
 dan di Makomkan pada hari Rabu tepat di kamar Sayyidatina Aisyah R.ha.

 " KENABIAN MUHAMMAD SAW "
 Tepat usia 40 tahun beliau didatangi Malaikat Jibril.AS dengan membawa kenabian ,  yang bertepatan pada hari senin 17 Romadhon,  tahun ke 41 dari hari kelahiran.nya.
 Pada waktu itu umur beliau 40 tahun 6 bulan 8 hari ( hitungan qomariyah  )
 Bertepatan 6 agustus tahun 610 masehi di gua Hiro'.

"UMUR BELIAU "
 * hitungan tahun Qomariyyah  63 tahun 3 hari

 * hitungan tahun Syamsiyyah 61 tahun 84 hari.

 Setelah beliau diangkat menjadi Nabi & Rosul beliau SAW menetap diMakkah selama 13 tahun
diMadinah 10 tahun.

"PUTRA PUTRI MUHAMMAD SAW "
  1. Qosim
      Wafat pada usia 2 tahun

 2.  Abdullah ( Thoyyib  )
    wafat di Makkah pada saat masih kecil

 3. Ibrohim
  Wafat pada usia 6 bulan.

 4.  Zainab
     di nikah oleh Abul ash bin robi'

 5. Ruqoyyah
      dinikah oleh Usman bin Affan

 6. Ummu Kultsum
   dinikah oleh Usman bin Affan setelah Ruqoyyah wafat.

 7. Fatimah
      dinikah oleh Sayyidina Ali bin abi tolib pada saat umur Ali 21 tahun 5 bulan dan dikaruniai 6 anak
 * Hasan
 * Husain
 * Muhassan
 * Zainab
 * Ummi Kultsum
 * Ruqoyyah

" ISTRI ISTRI ROSULULLAH SAW "
1. Hodijah
2. Zainab
3. Aisyah
4. Hafsoh
5. Saudah
6. Sofiyyah
7. Maimunah
8. Ummu Habibah
9. Ummu Salamh
10. Zainab
11. Juwairiyyah.


 اللهم صل على سيدنا محمد

Semoga kelak kita semua mendapatkan Syafa'at beliau,  diakui sebagai ummat beliau,  dan masuk surga bersama beliau
 Masuk pada golongan ummat Muhammad SAW. yang masuk surga tanpa hisab


amin amin amin ya robbal alamin.
Abah Utsman Toyib dalam Forum Kajian Fathu al-Qorib al-Mujib

Thursday, October 25, 2018



Ta'awudz

Ketika akan  membaca Alqur'an, baik di awal maupun pertengahan surat, disunnahkan membaca ta'awudz. Bacaan ta'awudz yang paling utama adalah
اَعُوْذُبِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

Meskipun demikian ada beberapa bacaan ta'awudz yang diperbolehkan, yaitu:
اَعُوْذُبِاللهِ السَّمِيْعِ الْعَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
اَعُوْذُبِاللهِ الْعَظِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
اَعُوْذُبِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ اِنَّهُ,هُوَالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
اَعُوْذُبِاللهِ الْعَظِيْمِ السَّمِيْعِ الْعَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
Di dalam beberapa mushaf juga sering ditemui bacaan ta'awudz yang terdapat dalam surat At-Taubah (بَرَاءَةْ):
اَعُوْذُبِاللهِ مِنَ النَّارِ.وَمِنْ شَرِّالْكُفَّارِ.وَمِنْ غَضَبِ الْجَبَّارِ. اَلْعِزَّةُ لِلهِ وَلِرَسُوْلِهِ,وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ



Basmalah

Terdapat 4 hukum membaca basmalah, yaitu:

1.       Wajib
Menurut madzhab Syafi'I, membaca basmalah di awal surat Al-Fatihah dihukumi wajib sebab basmalah termasuk salah satu ayat dari surat Al-Fatihah.

2.       Sunah
Membaca basmalah di awal atau di tengah-tengah semua surat kecuali Al-Fatihah dan At-Taubah dihukumi sunah.

3.       Haram
Menurut Ibnu Hajar, membaca basmalah di awal surat At-Taubah dihukumi haram.

4.       Boleh
Membaca basmalah di tengah-tengah surat At-Taubah dihukumi boleh. Tetapi lebih utama untuk tidak dibaca.

Sumber: Al-Qudsy, Abdullah Umar bin Baidlawi. Risalatul Qurra' wal Huffadh fi Gharaibil Qiraati wal Alfaadh. Semarang: Karya Toha Putra.

Tuesday, October 23, 2018


SURAU TUA TEMPAT BERSUCI
Saat tamu berdatangan
Sembari membawa kotoran tak kasat mata
Kotoran bersemayan di dalam jiwa
Kotor namun tak berbau
Tak berbau namun lebih bahaya dari yang menyengat
Pesantren
Sebut orang tentang surau tua itu
Tempat bersuci
Mensucikan kebodohan, dosa dan penyakit hati
Kotoran bahayanya lebihi semua racun
Kotoran bisa mengantarkan ke pintu neraka
Santri
Sapaan bagi tamu yang datang hendak bersuci
Bersuci sambil berenang
Meyelami lautan hikmah yang tiada bertepi
Lantaran surau tua itu tamu menjadi suci
Suci dari kebodohan, dosa  dan penyakit hati
Lantaranmu tamu-tamu kalbunya kembali suci
Hingga bisa mengenal Islam yang hakiki
Semakin mencintai ilahi robby
Wahai surau tua tempat bersuci
Teruslah engkau tegak berdiri
Melawan derasnya laju globalisasi
Biarpun tajam lidah para penista
Aku akan selalu mengenangmu

Kadipaten Bojonegoro, 23 Oktober 2018
Khozin DJ


Tuesday, September 18, 2018



PUASA TASU’A DAN ‘ASYURA

Tanggal  09 Muharam 1440 H. Merupakan hari Tasu’a, yaitu hari dimana disunahkan untuk berpuasa. Hari Tasu’a  dalam Kalender umum bertepatan dengan tanggal 19 September 2018. Kemudian setelahnya pada tanggal 10 Muharam 1440 H. juga disunahkan untuk berpuasa, namanya puasa Asyuro’, yang bertepatan pada tanggal 20 September 2018.
Dibawah ini penulis sedikit berusaha untuk mengumpulkan keterangan terkait puasa Tasu’a dan Asyuro.
Robbil Izzah, Allah Ta'ala menjelaskan dalam Al-Qur'an, bahwa Beliau telah menjadikan bulan Muharram sebagai salah satu dari empat bulan yang disucikan.
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ
“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa” (QS. At-Taubah: 36)

Salah satu amal shalih yang dianjurkan Nabi SAW untuk dikerjakan pada bulan ini adalah ibadah puasa (shaum). Rasulullah SAW menganjurkan untuk memperbanyak puasa di dalamnya. Dari Abu Hurairah RA berkata, Rasulullah SAW bersabda:
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ ، وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ
“Puasa yang paling utama sesudah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah (syahrullah) Muharram. Sedangkan shalat malam merupakan shalat yang paling utama sesudah shalat fardhu” (HR. Muslim, no. 1982).

PUASA TASU’A DAN ‘ASYURA
Rasulullah SAW menganjurkan untuk memperbanyak puasa pada bulan Muharram, khususnya puasa ‘Asyura, dengan keutamaan bisa menghapuskan dosa setahun pada masa lalu. Hari ‘Asyura adalah hari kesepuluh pada bulan Muharram.
صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ
“Puasa hari ‘Asyura, sungguh aku berharap kepada Allah agar menghapuskan dosa setahun yang telah lalu” (HR. Muslim no. 1975).
وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ؟ فَقَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ
"Dari Abu Qatadah Al-Anshari RA, Rasulullah SAW ditanya tentang puasa hari ‘Asyura, maka beliau bersabda: “Puasa 'Asyura dapat menghapuskan dosa-dosa kecil setahun yang lalu” (HR. Muslim no. 1162).
Ibnu Abbas RA mengabarkan semangat puasa Nabi SAW sebagai berikut:
مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صِيَامَ يَوْمٍ فَضَّلَهُ عَلَى غَيْرِهِ إِلا هَذَا الْيَوْمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَهَذَا الشَّهْرَ يَعْنِي شَهْرَ رَمَضَانَ
“Aku tidak pernah melihat Nabi SAW bersemangat puasa pada suatu hari yang lebih beliau utamakan atas selainnya kecuali pada hari ini, yaitu hari ‘Asyura dan pada satu bulan ini, yakni bulan Ramadhan” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
LENGKAPI PUASA ‘ASYURA DENGAN PUASA TASU’A
Rasulullah SAW menganjurkan kepada yang melaksanakan puasa ‘Asyura, untuk melengkapi dengan puasa Tasu’a sehari sebelumnya. Puasa pada tanggal 9 Muharram ini disyariatkan untuk menyelisihi syariat puasa Yahudi dan Nasrani.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, beliau berkata, “Ketika Rasulullah SAW berpuasa pada hari ‘Asyura dan memerintahkan para shahabat untuk berpuasa pada hari itu, mereka berkomentar, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya hari ‘Asyura adalah hari yang diagungkan oleh orang Yahudi dan Nasrani.’ Rasulullah SAW pun menjawab, ‘Kalau begitu, pada tahun depan insya Allah kita berpuasa pada hari kesembilan’. Dan belum tiba tahun yang akan datang, namun Nabi SAW sudah wafat” (HR. Muslim no. 1916).
Imam Asy-Syafi’i dan para sahabatnya, Ahmad, Ishaq dan selainnya berkata: “Disunnahkan berpuasa pada hari kesembilan dan kesepuluh secara keseluruhan, karena Nabi SAW telah berpuasa pada hari kesepuluh dan berniat puasa pada hari kesembilan.”
Imam Nawawi rahimahullaah menyebutkan ada tiga hikmah disyariatkannya puasa pada hari Tasu’a:
  1. Untuk menyelisihi orang Yahudi yang hanya berpuasa pada hari kesepuluh saja.
  2. Untuk menyambung puasa hari ‘Asyura dengan puasa di hari lainnya, sebagaimana dilarang berpuasa pada hari Jum’at saja.
  3. Untuk kehati-hatian dalam pelaksanaan puasa ‘Asyura, dikhawatirkan hilal berkurang sehingga terjadi kesalahan dalam menetapkan hitungan, hari kesembilan dalam penanggalan sebenarnya sudah hari kesepuluh.
HUKUM BERPUASA ‘ASYURA SAJA TANPA PUASA TASU’A

Meski disunnahkan berpuasa Tasu’a, namun terkadang seseorang tidak ingat atau memiliki halangan untuk berpuasa Tasu’a, seperti sakit, bepergian, ada pekerjaan yang berat, atau alasan lainnya.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah telah memberikan jawaban terhadap persoalan ini: “Puasa hari ‘Asyura menjadi kafarat (penghapus) dosa selama satu tahun dan tidak dimakruhkan berpuasa pada hari itu saja” (Al-Fatawa Al-Kubra Juz IV; Ikhtiyarat, hlm. 10).
Senada itu, Ibnu Hajar Al-Haitami dalam Tuhfah Al-Muhtaj juga menyimpulkan bahwa tidak apa-apa berpuasa pada hari itu saja.
Lajnah Daimah, lembaga riset Ilmiyah dan fatwa yang diketuai oleh Syaikh Abdul Aziz bin Bazz rahimahullah juga menyatakan pembolehan puasa ‘Asyura saja tanpa puasa Tasu’a (Fatawa al-Lajnah ad-Daimah Lil-Buhuts al-Ilmiyah wal-Ifta’: 10/401).
Jadi, berpuasa pada hari ‘Asyura saja tanpa menambah puasa Tasu’a sehari sebelumnya dibolehkan. Tapi yang lebih utama adalah menambah puasa Tasu’a sehari sebelumnya.

CARA MELAKUKAN PUASA ASYURA
Puasa ‘Asyura bisa dilakukan dengan tiga cara, antara lain:

PERTAMA: Mengiringi puasa Asyura dengan puasa sehari sebelumnya dan sehari sesudahnya. Jadi puasa tiga hari yaitu  tanggal 9, 10 dan 11 Muharrom. Inilah yang paling sempurna.
DR Said bin Ali Al-Qohthon dalam kitab As-Shiyam fil Islam halaman 364 mendukung cara pertama ini dengan beberapa argumen berikut:
  1. Sebagai kehati-hatian. Karena bulan Dzulhijjah bisa 29 atau 30 hari. Apabila tidak diketahui penetapan awal bulan dengan tepat, maka berpuasa pada tanggal 11-nya akan dapat memastikan bahwa seseorang mendapati puasa Tasu’a (tanggal 9) dan puasa ‘Asyura (tanggal 10).
  2. Dia akan mendapat pahala puasa tiga hari dalam sebulan, sehingga baginya pahala puasa sebulan penuh (sesuaihadits riwayat Muslim 1162).
  3. Dia akan berpuasa tiga hari pada bulan Muharrom yang mana nabi telah mengatakan: “Puasa yang paling afdhol setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah Al-Muharram” (HR. Muslim 1163).
  4. Tercapai tujuan dalam menyelisihi orang Yahudi, tidak hanya puasa ‘Asyura, akan tetapi menyertakan hari lainnya juga (Fathul Bari 4/245, Syarah Riyadhus Shalihin, Ibnu Utsaimin 5/305).
KEDUA: Berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram (puasa Tasu’a dan Asyura), sesuai dengan petunjuk dalam banyak hadits Nabi SAW.

KETIGA: Berpuasa pada hari ‘Asyura tanggal 10 Muharram saja.

Untuk memantapkan hati, ulama menganjurkan seseorang untuk melafalkan niatnya. Berikut ini contoh lafal niat puasa Tasu‘a.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatit Tasû‘â lillâhi ta‘âlâ.

Artinya, “Aku berniat puasa sunah Tasu‘a esok hari karena Allah SWT.”

Sedangkan contoh lafal niat puasa sunah Asyura sebagai berikut.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatil âsyûrâ lillâhi ta‘âlâ.

Artinya, “Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah SWT.”
Wallahu Ta’ala A’lamu Bishowaf

            Demikian sedikit keterangan yang bisa penulis sampaikan, semoga bermanfaat, dan kita terus bertambah iman serta taqwa kepada Allah SWT. Amin. Selanjutnya penulis hanyalah manusia biasa mohon koreksi dan bila menemukan kekeliruan hubungi kami dikolom komentar, atau via hp. Terima kasih jazakumullah khoir.




Sunday, September 16, 2018



Kisah nyata Karomah Shalat Dhuha

Masha Allah, Dahsyatnya Sholat Dhuha. Ini adalah pengalaman saya setelah melakukan Sholat Dhuha.
Bismillhirrahmanirrahim.
Dalam menuliskan cerita ini saya tidak menyebutkan nama dan identitas lengkap saya dan orang-orang yang terlibat dalam cerita hidup saya. Dengan alasan saya tidak ingin riya’ atas ibadah yang telah saya lakukan juga saya sangat menghormati orang-orang yang terlibat dalam hidup saya. Tulisan ini saya buat secara jujur dan benar-benar nyata adanya dengan niat karena Allah SWT. semata.
Saya adalah seorang hamba Allah yang benar-benar merasakan dasyatnya Sholat Dhuha. Alhamdulillah sungguh luar biasa banyak nikmat yang tidak terhingga saya dapatkan setelah saya rajin Dhuha. Saya menuliskan ini karena saya ingin orang tahu bahwa janji Allah SWT. adalah benar. Rugilah orang-orang yang tidak mengindahkan perintah dalam agama islam. Dibalik semua kesulitan pasti ada kemudahan mengiringinya, setelah semua kegagalan pasti akan diganti dengan kemenangan yang lebih besar, dan setelah kekecewaan mendalam pasti ada kebahagiaan tak terkira, Jika kita serahkan semuanya kepada Allah SWT. Apa yang buruk bagi kita belum tentu buruk dan sebaliknya sungguh Allah maha penyanyang, maha adil, maha bijaksana dan maha merajadi semua kebaikan-kebaikan.
Saya akan menceritakan bagaimana hidup saya berubah dan menjadi lebih baik setelah saya rajin Sholat Dhuha.
Tapi saya akan memulainya dengan menceritakan peristaiwa-peristiwa hidup saya yang saat mengingatnya saya seringkali menitiskan air mata.
Saya adalah anak pertama dari enam bersaudara. Orang tua saya menyandangkan harapan yang tinggi terhadap saya. Sejak TK sampai SMP alhamdulillah saya cukup berprestasi, semua itu berkat kebaikan Allah SWT. dan kegigihan ibu saya mengajari saya. Ibu saya hanya seorang ibu rumah tangga biasa, tapi beliau selalu membantu anaknya belajar.
ayah saya adalah seorang pekerja swasta yang punya penghasilan tinggi. hingga suatu hari ayah saya bangkrut dan punya banyak hutang dimana-dimana sehingga membuatnya harus sembunyi dan berpindah-pindah tempat.
Kejadian itu terjadi ketika saya kelas tiga SMP. Masalah ini sangat menggangu mental saya dan adik-adik saya yang sebelumnya hidup berkecukupan. Saat itu kebutuhan makan pun sulit sekali dicari. Saya ingan dua bungkus mie instan dan satu butir telur dijadikan lauk untuk makan nasi bagi orang tua saya, adik-adik dan saya.
Sampai akhirnya saya lulus SMP dan iku test masuk SMA negeri yang terbilang bagus di kota saya. Karena prestasi saya yang baik maka orang tua saya sangat yakin kalau saya pasti lulus. Namun ternyata saya tidak lulus. Ayah saya marah dan menghina saya. Ayah saya punya sifat yang keras dan agak kasar. Saya menangis berhari-hari dan tidak mau keluar kamar. Saat itu ibu saya, kakek dan nenek sayalah yang memberikan doronagn untuk tetap semangat.
Singkat cerita saya ikut test sekolah swasta islam dan alhamdulillah lulus.
Saat mengurus biaya administrasi masuk sekolah ayah saya benar-benar tidak punya uang sehingga ayah menyuruh saya untuk berhutang kepada kakaknya. Kebetulan anak kakak ayah saya sekolah di tempat yang sama dengan saya.
Saya ingat sekali saat itu saya menangis sepanjang jalan ketika menuju rumah kakak ayah saya,saya berjalan kaki sendirian sambil memikul beban malu dan takut. Tapi Alhamdulillah paman saya mau meminjamkan uang tersebut.
Satu minggu sebelum sekolah dimulai saya minta dibelikan buku dan peralatan sekolah lainnya. Tapi sampai satu hari sebelum sekolah dimulai ayah saya belum juga membelikannya karena tidak ada uang. Saya pun menangis seharian. Ibu saya membelikan buku dan pena serta alat tulis lainnya pada hari itu. Tapi..... saya tidak punya seragam sekolah (jujur saya menangis mengiat hal ini).
Sampai hari senin pun tiba dan saya bangun jam 4 subuh melihat lemari apakah baju seragam sekolah saya sudah ada. Ternyata saya tidak menemukannya. Saya menangis lagi, tiba-tiba ibu saya mengatakan untuk meminjam seragam sekolah kepada tetangga saya yang juga sekolah ditempat yang sama. Akhirnya hari itu saya bisa sekolah dengan berangkat naik bis.
Selama satu tahun sekolah uang SPP saya dibayarkan oleh paman saya karena orang tua saya tidak bisa membayarnya. Semoga Allah SWT. membalas kebikannya dan melimphkan rezeki kepadanya. Aamin.
Singkat cerita, saya naik kelas dua dan alhamdulillah masuk kelas unggulan karena saya mendapatkan rangking tiga bisar di kelas saya.
Dari sinilah semuanya berawal
Ketika memasuki kelas dua saya melihat teman saya yang pintar, banyak teman, suaranya bagus apalagi saat mengaji dan juga disukai oleh semua guru dan teman. Setiap jam 9 dia keluar kelas. Saya heran apa yang dia lakukan, saya pun mengikutinya. Tenyata dia Sholat Dhuha.
Bisa dikatakan saya mulai rajin Sholat sejak selas satu SMP karena didikan ibu dan nenek saya. Tapi saya tidak pernah melakukan Sholat-Sholat sunah diluar Sholat wajib.
Melihat teman saya rajin Dhuha, saya pun mencari informasi dari google, apa itu Sholat Dhuha. Setelah saya baca dan pahami ternyata Sholat Dhuha adalah Sholat untuk melapangkan rezeki, rezeki bukan Cuma berupa materi tapi juga hal lain seperti kasih sayang orang tua, kebaikan orang-orang disekitar, kecerdasan, kemudahan urusan dan masih banyak lagi.
Saat itu saya mulai rajin melakukan Sholat Dhuha ketika jam istirahat tiba. Saya mencurahkan semua isi hati saya pada Allah saat Sholat lima waktu dan Dhuha, memohon agar masalah keluarga saya cepat selesai. Saya menulis cerita ini setelah saya lulus kuliah. Dari kelas dua SMA hingga sekarang alhamdulillah saya masih rajin Sholat Dhuha. Ibu saya juga rajin melakukan Dhuha setelah melihat saya melakukannya. alhamdulillah
Sejak saya rajin Sholat Dhuha banyak sekali kenikmatan yang tidak disangka-sangka datang. Seperti:
-          Saya satu-satunya anak kelas dua yang terpilih ikut lomba bergengsi di organisasi yang baru saya ikuti (hal ini teman-teman di organisasi itu iri dan marah karena mereka mengaanggap sangat tidak adil, tapi alhamdulillah saya berhasil meyakinkan mereka) dan Alhamdulillah lagi saya dan tim yang terdiri dari anak-anak kelas tiga mendapatkan juara 2.
-          Karena sekolah melihat potensi saya pada lomba itu akhirnya saya diminta untuk ikut lomba lagi ditingkat yang lebih tinggi. alhamdulillah saya dan tim menjadi juara 1.
-          Sejak saat itu saya dikenal banyak guru dan siswa/i disekolah saya. Sehingga saya sering diajak ikut kegiatan sekolah. Hal ini membuat saya punya banyak teman baru dan disenangi oleh guru-guru.
-        Saya lulus masuk perguruan tinggi negeri terbaik di kota saya dan lulus dijurusan yang orang tua saya inginkan.
-     Kondisi keuangan keluarga saya membaik dan keluarga saya bisa hidup seperti sebelumnya bahkan lebih baik.
-        Saya dan keluarga bisa umroh bahkan lebih dari satu kali.
-        Saya mendapatkan beasiswa karena prestasi akademik saya selama kuliah.
-        Saya terpilih mewakili kampus saya untuk ikut kegiatan konferensi di salah satu negara di ASIA. Alhamdulillah biaya ditanggung kampus dan sponsor.
-          Saya dan tim dari kampus saya berhasil menjadi juara Dunia pada perlombaan di salah satu negara yang ada di Benua Eropa. Alhamdulillah biaya keberangkatan dan selama lomba ditanggung oleh pihak universitas dan sponsor. Bonusnya saya bisa jalan-jalan di 3 negara yang ada di Eropa.
-        Saya memenangkan beberapa lomba seperti lomba menulis, lomba pidato bahasa inggris, lomba persentasi dll.
-          Dalam waktu tiga tahun berturut-turut saya sudah menjelajahi lebih dari sepuluh negara. Mashaallah mimpi saya sewaktu kecil terwujud.
-         Saya terpilih menjadi Mahasisiwa Berprestasi di Fakultas saya.
-         Saya lulus Cumlaude dan masuk dalam tiga lulusan terbaik di fakultas saya.
-        Dan masih banyak lagi kenikmatan lainnya yang saya dapatkan.

Sungguh luar biasa nikmat Allah SWT.. Saat ini saya sedang berusa untuk rajin tahajud dan berpuasa. Karena dengan hal itulah saya dapat membalas kebaikan Allah SWT. kepada saya dan keluarga. Masih banyak juga cita-cita yang ingin saya raih, tanpa ridho dari Allah SWT. sunggu sulit menggapainya. Semoga kita semua menjadi hamba Allah SWT. yang bisa menjadikan amalan Sholat wajib, Sholat sunah, puasa, membaca al-Qur’an dan ibidah lainnya sebagai amalan seumur hidup. Aamin ya robbalalamin.
Oh iya saya senang sekali mendengar ceramah ustadz yusuf mansur. Berikut adalah beberapa amalan untuk lapang rezeki :
-          Sholat wajib
-          Sholat Dhuha
-          Sholat tahajud
-          Puasa
-          Rajin baca al-Qur’an dan artinya
-          Setelah Sholat subuh dan asyar baca al-waqiah
-          Setelah zuhur baca ar-rahman
-          Malam baca al-mulk dan yaasin
-          Zikir wajib setiap hari (istighfar 100x, subhanallawabihamdihi 100x, solawat nabi 100x) ditambah zikir ya Allah ya Razzaq ya Allah ya Fattah lbih baik.
-          Mendoakan dan memudahkan urusan orang lain.

Itulah amalan yang sedang saya usahakan untuk terus dilakukan. Inshaallah Allah SWT. akan mengabukan permintaan hambanya yang ikhlah dan tulus karena Allah SWT..
Saya juga mohon doa agar bisa mewujudkan mimpi-mimpi dan cita-cita saya untuk membahagiakan keluarga saya, membalas kebikan orang-orang yang telah menolong dan mendoakan saya dan yang paling penting untuk memperkokoh agama saya. Aamin
Saya doakan hal yang sama untuk orang yang mendoakan saya. Aamin

Tulisan yang sudah anda baca di atas merupakan curhatan pengalaman seseorang dalam menjalani pahitnya kehidupan, namun dengan rasa pahit yang beliau rasa kemudian bisa mengenal nikmat dan karomah ibadah kepada Allah SWT.
Semoga kita diberi hidayah serta kebaikan oleh Allah SWT. Sehingga terus bertambah kadar keimanan dan ketaqwaan kita... Amin

Nabi Muhammad SAW. " PROFIL MUHAMMAD SAW "   Beliau adalah Muhammad bin Abdullah.   Lahir di Makkah al.Mukarromah...