Kisah nyata Karomah Shalat Dhuha
Masha Allah, Dahsyatnya Sholat Dhuha.
Ini adalah pengalaman saya setelah melakukan Sholat Dhuha.
Bismillhirrahmanirrahim.
Dalam menuliskan cerita ini saya tidak
menyebutkan nama dan identitas lengkap saya dan orang-orang yang terlibat dalam
cerita hidup saya. Dengan alasan saya tidak ingin riya’ atas ibadah yang telah
saya lakukan juga saya sangat menghormati orang-orang yang terlibat dalam hidup
saya. Tulisan ini saya buat secara jujur dan benar-benar nyata adanya dengan
niat karena Allah SWT. semata.
Saya adalah seorang hamba Allah yang
benar-benar merasakan dasyatnya Sholat Dhuha. Alhamdulillah sungguh luar biasa
banyak nikmat yang tidak terhingga saya dapatkan setelah saya rajin Dhuha. Saya
menuliskan ini karena saya ingin orang tahu bahwa janji Allah SWT. adalah
benar. Rugilah orang-orang yang tidak mengindahkan perintah dalam agama islam.
Dibalik semua kesulitan pasti ada kemudahan mengiringinya, setelah semua
kegagalan pasti akan diganti dengan kemenangan yang lebih besar, dan setelah
kekecewaan mendalam pasti ada kebahagiaan tak terkira, Jika kita serahkan
semuanya kepada Allah SWT. Apa yang buruk bagi kita belum tentu buruk dan
sebaliknya sungguh Allah maha penyanyang, maha adil, maha bijaksana dan maha
merajadi semua kebaikan-kebaikan.
Saya akan menceritakan bagaimana hidup
saya berubah dan menjadi lebih baik setelah saya rajin Sholat Dhuha.
Tapi saya akan memulainya dengan menceritakan
peristaiwa-peristiwa hidup saya yang saat mengingatnya saya seringkali
menitiskan air mata.
Saya adalah anak pertama dari enam
bersaudara. Orang tua saya menyandangkan harapan yang tinggi terhadap saya.
Sejak TK sampai SMP alhamdulillah saya cukup berprestasi, semua itu berkat
kebaikan Allah SWT. dan kegigihan ibu saya mengajari saya. Ibu saya hanya
seorang ibu rumah tangga biasa, tapi beliau selalu membantu anaknya belajar.
ayah saya adalah seorang pekerja swasta
yang punya penghasilan tinggi. hingga suatu hari ayah saya bangkrut dan punya
banyak hutang dimana-dimana sehingga membuatnya harus sembunyi dan
berpindah-pindah tempat.
Kejadian itu terjadi ketika saya kelas
tiga SMP. Masalah ini sangat menggangu mental saya dan adik-adik saya yang
sebelumnya hidup berkecukupan. Saat itu kebutuhan makan pun sulit sekali
dicari. Saya ingan dua bungkus mie instan dan satu butir telur dijadikan lauk
untuk makan nasi bagi orang tua saya, adik-adik dan saya.
Sampai akhirnya saya lulus SMP dan iku
test masuk SMA negeri yang terbilang bagus di kota saya. Karena prestasi saya
yang baik maka orang tua saya sangat yakin kalau saya pasti lulus. Namun
ternyata saya tidak lulus. Ayah saya marah dan menghina saya. Ayah saya punya
sifat yang keras dan agak kasar. Saya menangis berhari-hari dan tidak mau
keluar kamar. Saat itu ibu saya, kakek dan nenek sayalah yang memberikan
doronagn untuk tetap semangat.
Singkat cerita saya ikut test sekolah
swasta islam dan alhamdulillah lulus.
Saat mengurus biaya administrasi masuk
sekolah ayah saya benar-benar tidak punya uang sehingga ayah menyuruh saya
untuk berhutang kepada kakaknya. Kebetulan anak kakak ayah saya sekolah di
tempat yang sama dengan saya.
Saya ingat sekali saat itu saya menangis
sepanjang jalan ketika menuju rumah kakak ayah saya,saya berjalan kaki
sendirian sambil memikul beban malu dan takut. Tapi Alhamdulillah paman saya
mau meminjamkan uang tersebut.
Satu minggu sebelum sekolah dimulai saya
minta dibelikan buku dan peralatan sekolah lainnya. Tapi sampai satu hari sebelum
sekolah dimulai ayah saya belum juga membelikannya karena tidak ada uang. Saya
pun menangis seharian. Ibu saya membelikan buku dan pena serta alat tulis
lainnya pada hari itu. Tapi..... saya tidak punya seragam sekolah (jujur saya
menangis mengiat hal ini).
Sampai hari senin pun tiba dan saya
bangun jam 4 subuh melihat lemari apakah baju seragam sekolah saya sudah ada.
Ternyata saya tidak menemukannya. Saya menangis lagi, tiba-tiba ibu saya
mengatakan untuk meminjam seragam sekolah kepada tetangga saya yang juga
sekolah ditempat yang sama. Akhirnya hari itu saya bisa sekolah dengan
berangkat naik bis.
Selama satu tahun sekolah uang SPP saya
dibayarkan oleh paman saya karena orang tua saya tidak bisa membayarnya. Semoga
Allah SWT. membalas kebikannya dan melimphkan rezeki kepadanya. Aamin.
Singkat cerita, saya naik kelas dua dan
alhamdulillah masuk kelas unggulan karena saya mendapatkan rangking tiga bisar
di kelas saya.
Dari sinilah semuanya berawal
Ketika memasuki kelas dua saya melihat
teman saya yang pintar, banyak teman, suaranya bagus apalagi saat mengaji dan
juga disukai oleh semua guru dan teman. Setiap jam 9 dia keluar kelas. Saya
heran apa yang dia lakukan, saya pun mengikutinya. Tenyata dia Sholat Dhuha.
Bisa dikatakan saya mulai rajin Sholat
sejak selas satu SMP karena didikan ibu dan nenek saya. Tapi saya tidak pernah
melakukan Sholat-Sholat sunah diluar Sholat wajib.
Melihat teman saya rajin Dhuha, saya pun
mencari informasi dari google, apa itu Sholat Dhuha. Setelah saya baca dan
pahami ternyata Sholat Dhuha adalah Sholat untuk melapangkan rezeki, rezeki
bukan Cuma berupa materi tapi juga hal lain seperti kasih sayang orang tua,
kebaikan orang-orang disekitar, kecerdasan, kemudahan urusan dan masih banyak
lagi.
Saat itu saya mulai rajin melakukan Sholat
Dhuha ketika jam istirahat tiba. Saya mencurahkan semua isi hati saya pada
Allah saat Sholat lima waktu dan Dhuha, memohon agar masalah keluarga saya
cepat selesai. Saya menulis cerita ini setelah saya lulus kuliah. Dari kelas
dua SMA hingga sekarang alhamdulillah saya masih rajin Sholat Dhuha. Ibu saya
juga rajin melakukan Dhuha setelah melihat saya melakukannya. alhamdulillah
Sejak saya rajin Sholat Dhuha banyak
sekali kenikmatan yang tidak disangka-sangka datang. Seperti:
- Saya satu-satunya anak
kelas dua yang terpilih ikut lomba bergengsi di organisasi yang baru saya ikuti
(hal ini teman-teman di organisasi itu iri dan marah karena mereka mengaanggap
sangat tidak adil, tapi alhamdulillah saya berhasil meyakinkan mereka) dan
Alhamdulillah lagi saya dan tim yang terdiri dari anak-anak kelas tiga
mendapatkan juara 2.
- Karena sekolah melihat
potensi saya pada lomba itu akhirnya saya diminta untuk ikut lomba lagi
ditingkat yang lebih tinggi. alhamdulillah saya dan tim menjadi juara 1.
- Sejak saat itu saya
dikenal banyak guru dan siswa/i disekolah saya. Sehingga saya sering diajak
ikut kegiatan sekolah. Hal ini membuat saya punya banyak teman baru dan
disenangi oleh guru-guru.
- Saya lulus masuk
perguruan tinggi negeri terbaik di kota saya dan lulus dijurusan yang orang tua
saya inginkan.
- Kondisi keuangan
keluarga saya membaik dan keluarga saya bisa hidup seperti sebelumnya bahkan
lebih baik.
- Saya dan keluarga bisa
umroh bahkan lebih dari satu kali.
- Saya mendapatkan
beasiswa karena prestasi akademik saya selama kuliah.
- Saya terpilih mewakili
kampus saya untuk ikut kegiatan konferensi di salah satu negara di ASIA.
Alhamdulillah biaya ditanggung kampus dan sponsor.
- Saya dan tim dari kampus saya berhasil
menjadi juara Dunia pada perlombaan di salah satu negara yang ada di Benua
Eropa. Alhamdulillah biaya keberangkatan dan selama lomba ditanggung oleh pihak
universitas dan sponsor. Bonusnya saya bisa jalan-jalan di 3 negara yang ada di
Eropa.
- Saya memenangkan
beberapa lomba seperti lomba menulis, lomba pidato bahasa inggris, lomba
persentasi dll.
- Dalam waktu tiga tahun berturut-turut
saya sudah menjelajahi lebih dari sepuluh negara. Mashaallah mimpi saya sewaktu
kecil terwujud.
- Saya terpilih menjadi
Mahasisiwa Berprestasi di Fakultas saya.
- Saya lulus Cumlaude dan
masuk dalam tiga lulusan terbaik di fakultas saya.
- Dan masih banyak lagi
kenikmatan lainnya yang saya dapatkan.
Sungguh luar biasa nikmat Allah SWT..
Saat ini saya sedang berusa untuk rajin tahajud dan berpuasa. Karena dengan hal
itulah saya dapat membalas kebaikan Allah SWT. kepada saya dan keluarga. Masih
banyak juga cita-cita yang ingin saya raih, tanpa ridho dari Allah SWT. sunggu
sulit menggapainya. Semoga kita semua menjadi hamba Allah SWT. yang bisa
menjadikan amalan Sholat wajib, Sholat sunah, puasa, membaca al-Qur’an dan
ibidah lainnya sebagai amalan seumur hidup. Aamin ya robbalalamin.
Oh iya saya senang sekali mendengar
ceramah ustadz yusuf mansur. Berikut adalah beberapa amalan untuk lapang rezeki
:
- Sholat wajib
- Sholat Dhuha
- Sholat tahajud
- Puasa
- Rajin baca al-Qur’an
dan artinya
- Setelah Sholat subuh
dan asyar baca al-waqiah
- Setelah zuhur baca
ar-rahman
- Malam baca al-mulk dan
yaasin
- Zikir wajib setiap
hari (istighfar 100x, subhanallawabihamdihi 100x, solawat nabi 100x) ditambah
zikir ya Allah ya Razzaq ya Allah ya Fattah lbih baik.
- Mendoakan dan
memudahkan urusan orang lain.
Itulah amalan yang sedang saya usahakan
untuk terus dilakukan. Inshaallah Allah SWT. akan mengabukan permintaan
hambanya yang ikhlah dan tulus karena Allah SWT..
Saya juga mohon doa agar bisa mewujudkan
mimpi-mimpi dan cita-cita saya untuk membahagiakan keluarga saya, membalas
kebikan orang-orang yang telah menolong dan mendoakan saya dan yang paling
penting untuk memperkokoh agama saya. Aamin
Saya doakan hal yang sama untuk orang
yang mendoakan saya. Aamin
Tulisan yang sudah anda baca di atas merupakan
curhatan pengalaman seseorang dalam menjalani pahitnya kehidupan, namun dengan
rasa pahit yang beliau rasa kemudian bisa mengenal nikmat dan karomah ibadah
kepada Allah SWT.
Semoga kita diberi hidayah serta
kebaikan oleh Allah SWT. Sehingga terus bertambah kadar keimanan dan ketaqwaan
kita... Amin

No comments:
Post a Comment