Sunday, September 16, 2018



Kisah nyata Karomah Shalat Dhuha

Masha Allah, Dahsyatnya Sholat Dhuha. Ini adalah pengalaman saya setelah melakukan Sholat Dhuha.
Bismillhirrahmanirrahim.
Dalam menuliskan cerita ini saya tidak menyebutkan nama dan identitas lengkap saya dan orang-orang yang terlibat dalam cerita hidup saya. Dengan alasan saya tidak ingin riya’ atas ibadah yang telah saya lakukan juga saya sangat menghormati orang-orang yang terlibat dalam hidup saya. Tulisan ini saya buat secara jujur dan benar-benar nyata adanya dengan niat karena Allah SWT. semata.
Saya adalah seorang hamba Allah yang benar-benar merasakan dasyatnya Sholat Dhuha. Alhamdulillah sungguh luar biasa banyak nikmat yang tidak terhingga saya dapatkan setelah saya rajin Dhuha. Saya menuliskan ini karena saya ingin orang tahu bahwa janji Allah SWT. adalah benar. Rugilah orang-orang yang tidak mengindahkan perintah dalam agama islam. Dibalik semua kesulitan pasti ada kemudahan mengiringinya, setelah semua kegagalan pasti akan diganti dengan kemenangan yang lebih besar, dan setelah kekecewaan mendalam pasti ada kebahagiaan tak terkira, Jika kita serahkan semuanya kepada Allah SWT. Apa yang buruk bagi kita belum tentu buruk dan sebaliknya sungguh Allah maha penyanyang, maha adil, maha bijaksana dan maha merajadi semua kebaikan-kebaikan.
Saya akan menceritakan bagaimana hidup saya berubah dan menjadi lebih baik setelah saya rajin Sholat Dhuha.
Tapi saya akan memulainya dengan menceritakan peristaiwa-peristiwa hidup saya yang saat mengingatnya saya seringkali menitiskan air mata.
Saya adalah anak pertama dari enam bersaudara. Orang tua saya menyandangkan harapan yang tinggi terhadap saya. Sejak TK sampai SMP alhamdulillah saya cukup berprestasi, semua itu berkat kebaikan Allah SWT. dan kegigihan ibu saya mengajari saya. Ibu saya hanya seorang ibu rumah tangga biasa, tapi beliau selalu membantu anaknya belajar.
ayah saya adalah seorang pekerja swasta yang punya penghasilan tinggi. hingga suatu hari ayah saya bangkrut dan punya banyak hutang dimana-dimana sehingga membuatnya harus sembunyi dan berpindah-pindah tempat.
Kejadian itu terjadi ketika saya kelas tiga SMP. Masalah ini sangat menggangu mental saya dan adik-adik saya yang sebelumnya hidup berkecukupan. Saat itu kebutuhan makan pun sulit sekali dicari. Saya ingan dua bungkus mie instan dan satu butir telur dijadikan lauk untuk makan nasi bagi orang tua saya, adik-adik dan saya.
Sampai akhirnya saya lulus SMP dan iku test masuk SMA negeri yang terbilang bagus di kota saya. Karena prestasi saya yang baik maka orang tua saya sangat yakin kalau saya pasti lulus. Namun ternyata saya tidak lulus. Ayah saya marah dan menghina saya. Ayah saya punya sifat yang keras dan agak kasar. Saya menangis berhari-hari dan tidak mau keluar kamar. Saat itu ibu saya, kakek dan nenek sayalah yang memberikan doronagn untuk tetap semangat.
Singkat cerita saya ikut test sekolah swasta islam dan alhamdulillah lulus.
Saat mengurus biaya administrasi masuk sekolah ayah saya benar-benar tidak punya uang sehingga ayah menyuruh saya untuk berhutang kepada kakaknya. Kebetulan anak kakak ayah saya sekolah di tempat yang sama dengan saya.
Saya ingat sekali saat itu saya menangis sepanjang jalan ketika menuju rumah kakak ayah saya,saya berjalan kaki sendirian sambil memikul beban malu dan takut. Tapi Alhamdulillah paman saya mau meminjamkan uang tersebut.
Satu minggu sebelum sekolah dimulai saya minta dibelikan buku dan peralatan sekolah lainnya. Tapi sampai satu hari sebelum sekolah dimulai ayah saya belum juga membelikannya karena tidak ada uang. Saya pun menangis seharian. Ibu saya membelikan buku dan pena serta alat tulis lainnya pada hari itu. Tapi..... saya tidak punya seragam sekolah (jujur saya menangis mengiat hal ini).
Sampai hari senin pun tiba dan saya bangun jam 4 subuh melihat lemari apakah baju seragam sekolah saya sudah ada. Ternyata saya tidak menemukannya. Saya menangis lagi, tiba-tiba ibu saya mengatakan untuk meminjam seragam sekolah kepada tetangga saya yang juga sekolah ditempat yang sama. Akhirnya hari itu saya bisa sekolah dengan berangkat naik bis.
Selama satu tahun sekolah uang SPP saya dibayarkan oleh paman saya karena orang tua saya tidak bisa membayarnya. Semoga Allah SWT. membalas kebikannya dan melimphkan rezeki kepadanya. Aamin.
Singkat cerita, saya naik kelas dua dan alhamdulillah masuk kelas unggulan karena saya mendapatkan rangking tiga bisar di kelas saya.
Dari sinilah semuanya berawal
Ketika memasuki kelas dua saya melihat teman saya yang pintar, banyak teman, suaranya bagus apalagi saat mengaji dan juga disukai oleh semua guru dan teman. Setiap jam 9 dia keluar kelas. Saya heran apa yang dia lakukan, saya pun mengikutinya. Tenyata dia Sholat Dhuha.
Bisa dikatakan saya mulai rajin Sholat sejak selas satu SMP karena didikan ibu dan nenek saya. Tapi saya tidak pernah melakukan Sholat-Sholat sunah diluar Sholat wajib.
Melihat teman saya rajin Dhuha, saya pun mencari informasi dari google, apa itu Sholat Dhuha. Setelah saya baca dan pahami ternyata Sholat Dhuha adalah Sholat untuk melapangkan rezeki, rezeki bukan Cuma berupa materi tapi juga hal lain seperti kasih sayang orang tua, kebaikan orang-orang disekitar, kecerdasan, kemudahan urusan dan masih banyak lagi.
Saat itu saya mulai rajin melakukan Sholat Dhuha ketika jam istirahat tiba. Saya mencurahkan semua isi hati saya pada Allah saat Sholat lima waktu dan Dhuha, memohon agar masalah keluarga saya cepat selesai. Saya menulis cerita ini setelah saya lulus kuliah. Dari kelas dua SMA hingga sekarang alhamdulillah saya masih rajin Sholat Dhuha. Ibu saya juga rajin melakukan Dhuha setelah melihat saya melakukannya. alhamdulillah
Sejak saya rajin Sholat Dhuha banyak sekali kenikmatan yang tidak disangka-sangka datang. Seperti:
-          Saya satu-satunya anak kelas dua yang terpilih ikut lomba bergengsi di organisasi yang baru saya ikuti (hal ini teman-teman di organisasi itu iri dan marah karena mereka mengaanggap sangat tidak adil, tapi alhamdulillah saya berhasil meyakinkan mereka) dan Alhamdulillah lagi saya dan tim yang terdiri dari anak-anak kelas tiga mendapatkan juara 2.
-          Karena sekolah melihat potensi saya pada lomba itu akhirnya saya diminta untuk ikut lomba lagi ditingkat yang lebih tinggi. alhamdulillah saya dan tim menjadi juara 1.
-          Sejak saat itu saya dikenal banyak guru dan siswa/i disekolah saya. Sehingga saya sering diajak ikut kegiatan sekolah. Hal ini membuat saya punya banyak teman baru dan disenangi oleh guru-guru.
-        Saya lulus masuk perguruan tinggi negeri terbaik di kota saya dan lulus dijurusan yang orang tua saya inginkan.
-     Kondisi keuangan keluarga saya membaik dan keluarga saya bisa hidup seperti sebelumnya bahkan lebih baik.
-        Saya dan keluarga bisa umroh bahkan lebih dari satu kali.
-        Saya mendapatkan beasiswa karena prestasi akademik saya selama kuliah.
-        Saya terpilih mewakili kampus saya untuk ikut kegiatan konferensi di salah satu negara di ASIA. Alhamdulillah biaya ditanggung kampus dan sponsor.
-          Saya dan tim dari kampus saya berhasil menjadi juara Dunia pada perlombaan di salah satu negara yang ada di Benua Eropa. Alhamdulillah biaya keberangkatan dan selama lomba ditanggung oleh pihak universitas dan sponsor. Bonusnya saya bisa jalan-jalan di 3 negara yang ada di Eropa.
-        Saya memenangkan beberapa lomba seperti lomba menulis, lomba pidato bahasa inggris, lomba persentasi dll.
-          Dalam waktu tiga tahun berturut-turut saya sudah menjelajahi lebih dari sepuluh negara. Mashaallah mimpi saya sewaktu kecil terwujud.
-         Saya terpilih menjadi Mahasisiwa Berprestasi di Fakultas saya.
-         Saya lulus Cumlaude dan masuk dalam tiga lulusan terbaik di fakultas saya.
-        Dan masih banyak lagi kenikmatan lainnya yang saya dapatkan.

Sungguh luar biasa nikmat Allah SWT.. Saat ini saya sedang berusa untuk rajin tahajud dan berpuasa. Karena dengan hal itulah saya dapat membalas kebaikan Allah SWT. kepada saya dan keluarga. Masih banyak juga cita-cita yang ingin saya raih, tanpa ridho dari Allah SWT. sunggu sulit menggapainya. Semoga kita semua menjadi hamba Allah SWT. yang bisa menjadikan amalan Sholat wajib, Sholat sunah, puasa, membaca al-Qur’an dan ibidah lainnya sebagai amalan seumur hidup. Aamin ya robbalalamin.
Oh iya saya senang sekali mendengar ceramah ustadz yusuf mansur. Berikut adalah beberapa amalan untuk lapang rezeki :
-          Sholat wajib
-          Sholat Dhuha
-          Sholat tahajud
-          Puasa
-          Rajin baca al-Qur’an dan artinya
-          Setelah Sholat subuh dan asyar baca al-waqiah
-          Setelah zuhur baca ar-rahman
-          Malam baca al-mulk dan yaasin
-          Zikir wajib setiap hari (istighfar 100x, subhanallawabihamdihi 100x, solawat nabi 100x) ditambah zikir ya Allah ya Razzaq ya Allah ya Fattah lbih baik.
-          Mendoakan dan memudahkan urusan orang lain.

Itulah amalan yang sedang saya usahakan untuk terus dilakukan. Inshaallah Allah SWT. akan mengabukan permintaan hambanya yang ikhlah dan tulus karena Allah SWT..
Saya juga mohon doa agar bisa mewujudkan mimpi-mimpi dan cita-cita saya untuk membahagiakan keluarga saya, membalas kebikan orang-orang yang telah menolong dan mendoakan saya dan yang paling penting untuk memperkokoh agama saya. Aamin
Saya doakan hal yang sama untuk orang yang mendoakan saya. Aamin

Tulisan yang sudah anda baca di atas merupakan curhatan pengalaman seseorang dalam menjalani pahitnya kehidupan, namun dengan rasa pahit yang beliau rasa kemudian bisa mengenal nikmat dan karomah ibadah kepada Allah SWT.
Semoga kita diberi hidayah serta kebaikan oleh Allah SWT. Sehingga terus bertambah kadar keimanan dan ketaqwaan kita... Amin

No comments:

Post a Comment

Nabi Muhammad SAW. " PROFIL MUHAMMAD SAW "   Beliau adalah Muhammad bin Abdullah.   Lahir di Makkah al.Mukarromah...